Basic-training-hmi-garut-2025

whatsapp image 2025 10 18 at 12.46.11

Reformulasi HMI Komisariat STAI Al-Musaddadiyah Garut sebagai Guardian of Value dalam Perkaderan

Garut 17-19 oktober 2025

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI Al-Musaddadiyah Garut kembali menegaskan eksistensinya sebagai wadah perkaderan yang progresif dan berorientasi nilai melalui kegiatan bertajuk “Reformulasi HMI Komisariat STAI Al-Musaddadiyah Garut sebagai Guardian of Value dalam Perkaderan.”

Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta, terdiri dari 10 kader HMI STAI Al-Musaddadiyah Garut dan 4 kader dari ITB Ahmad Dahlan Jakarta. Kolaborasi lintas kampus ini menjadi bentuk nyata semangat silaturahmi intelektual dan kaderisasi berkesinambungan antar komisariat HMI di berbagai daerah.

Acara pembukaan Basic Training Latihan Kder I HMI Komisariat STAI Al-Musaddadiyah Garut 2025 ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya:

  • Korpres MD KAHMI Garut, H. Dedi Jamaludin, S.HI,
  • Irwan Supriyanto, M.Pd selaku Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut,
  • Ketua Umum HMI Cabang Garut, Yusuf Saepul Hayat,,S.H
  • Ketua Bidang Maritim (Badko Jabar) Dimas Agung Permana,

Kehadiran para tokoh tersebut memberikan warna dan pandangan strategis dalam memperkuat nilai-nilai perkaderan HMI di tingkat komisariat, serta menjadi bukti dukungan nyata terhadap gerak intelektual mahasiswa Islam di Garut.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Komisariat STAI Al-Musaddadiyah Garut, Rakanda Ahmad padlan, menegaskan bahwa reformulasi bukan hanya agenda struktural, melainkan gerakan moral dan intelektual untuk meneguhkan kembali jati diri kader HMI sebagai penjaga nilai.

“HMI tidak hanya mencetak intelektual, tetapi juga pejuang nilai. Reformulasi ini adalah langkah untuk memastikan bahwa kader HMI memahami kembali esensi keislaman dan keindonesiaan sebagai nilai dasar yang harus dijaga dalam setiap gerak kaderisasi,” ujar Rakanda Ahmad padlan.

Beliau juga menambahkan bahwa dalam era disrupsi dan tantangan digital saat ini, HMI harus mampu tampil sebagai Guardian of Value—penjaga nilai yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga tetap berpegang pada prinsip independensi dan idealisme perjuangan.

Sementara itu, para tamu kehormatan juga memberikan pandangan inspiratif tentang pentingnya konsistensi nilai, integritas, dan kolaborasi antar lembaga dalam memperkuat kualitas kader HMI di daerah.

Madinatul Fadhilah Parahiyangan