LMS PII Garut: Menyiapkan Arsitek Perubahan di Era Disrupsi

whatsapp image 2025 10 18 at 11.31.30
whatsapp image 2025 10 18 at 10.18.26 (1)

Garut, 17–19 Oktober 2025 —
Menjawab kompleksitas tantangan zaman dan dinamika perubahan lingkungan eksternal yang kian turbulen, Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Garut menyelenggarakan Latihan Manajemen Strategis (LMS).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema besar:

Mencetak Kader Pemimpin Strategis yang Visioner, Analitis, dan Adaptif terhadap Perubahan.”

Di tengah arus digitalisasi yang cepat dan perubahan sosial yang tidak menentu, organisasi kepemudaan seperti PII dihadapkan pada dua pilihan: bertransformasi atau tertinggal. Melalui LMS, PII Garut menegaskan pilihannya — bertransformasi Dari Pelaksana Program ke Arsitek Perubahan.

LMS bukan sekadar pelatihan teknis. Ia adalah lompatan paradigma dalam cara PII memandang peran kader dan masa depan organisasinya.
Jika sebelumnya kader lebih banyak berperan sebagai “pelaksana program”, maka melalui LMS mereka ditantang untuk menjadi arsitek gagasan, analis strategi, dan penggerak perubahan sosial.

“Organisasi hari ini tidak bisa lagi hanya berjalan dengan semangat dan tradisi,” ujar Atqiya Fadhil Rahman, Sekretaris Umum PW PII Jawa Barat sekaligus Koordinator Pemandu LMS.

“Kita berhadapan dengan kompetisi ideologi di ruang digital dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda yang serba kritis. LMS hadir sebagai ruang inkubasi pemimpin adaptif — kader yang mampu mengubah budaya reaktif menjadi budaya strategis dan proaktif. Atqiya menambahkan, LMS membekali peserta dengan dua hal yang vital: ketajaman berpikir strategis dan ketahanan ideologis. Dua fondasi ini menjadi modal utama untuk menjaga eksistensi dan relevansi organisasi dalam lanskap sosial baru yang sarat disrupsi. Kader Sebagai Pemimpin Visioner. Ketua Umum PD PII Garut, Farell Syauqie Juliansyah, menegaskan bahwa LMS menjadi momentum penting untuk melahirkan generasi pemimpin muda yang berpikir sistematis dan berorientasi jangka panjang. “Latihan Manajemen Strategis ini adalah kesempatan besar bagi para peserta untuk belajar melihat realitas dengan kacamata pemimpin. Bukan sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi memahami arah, tujuan, dan dampak yang lebih besar dari setiap keputusan organisasi,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang aplikatif, LMS juga melatih peserta dalam perencanaan organisasi, analisis SWOT, manajemen risiko, serta desain strategi berbasis data dan nilai.
Hasilnya, setiap kader diharapkan tidak hanya cakap dalam pelaksanaan, tetapi juga memiliki kapasitas reflektif dan analitis dalam membaca dinamika sosial-politik dan budaya di tingkat lokal maupun nasional.

Investasi Intelektual untuk Masa Depan PII, Latihan Manajemen Strategis lahir dari evaluasi mendalam atas kecenderungan organisasi yang selama ini terjebak dalam perencanaan jangka pendek dan budaya reaktif.
Akibatnya, banyak program berjalan tanpa arah besar yang jelas — seperti kapal yang berlayar tanpa kompas. LMS hadir sebagai koreksi mendasar terhadap fenomena itu.

whatsapp image 2025 10 18 at 10.18.26
Program ini dirancang sebagai investasi strategis jangka panjang, agar PII mampu:
  • Menghasilkan pemimpin yang berpikir lintas disiplin dan lintas generasi.
  • Membangun organisasi yang berbasis data, nilai, dan visi.
  • Menjadikan kader PII sebagai aktor perubahan sosial yang berdampak nyata.

Membangun Relevansi Baru Gerakan Pelajar Islam, Dalam konteks modern, PII tidak lagi sekadar wadah pembinaan spiritual dan intelektual, tetapi juga pusat inovasi sosial yang berorientasi pada perubahan struktural.
Kader PII dituntut untuk memahami bagaimana teknologi, ekonomi, dan ideologi global membentuk ulang kehidupan masyarakat — dan bagaimana Islam dapat hadir sebagai etika transformatif di tengah perubahan itu. Melalui LMS, PII Garut berupaya menanamkan kemampuan manajemen strategis yang berpijak pada nilai-nilai profetik: humanisasi, liberasi, dan transendensi.
Nilai-nilai inilah yang membedakan PII dari organisasi lain: orientasi bukan hanya pada kemajuan teknis, tetapi juga kematangan moral dan spiritual.Semua Layanan


Penutup: Dari Garut untuk Indonesia

LMS PD PII Garut bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi langkah nyata untuk membangun ekosistem kaderisasi yang berpikir jernih, bekerja terukur, dan bergerak dengan nilai. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PII tidak berhenti sebagai organisasi masa lalu, melainkan terus beradaptasi sebagai organisasi masa depan. “Kami ingin melahirkan kader yang bukan hanya cerdas dan aktif, tapi juga sadar arah. Kader yang bisa menjadi pionir perubahan, baik di sekolah, kampus, maupun masyarakat,” tutup Farell Syauqie. Dengan semangat itu, Latihan Manajemen Strategis 2025 menjadi tonggak baru gerakan intelektual pelajar Islam —sebuah investasi untuk peradaban, dimulai dari Garut.

Madinatul Fadhilah Parahiyangan