chatgpt image dec 29, 2025, 10 54 07 pm

NASKAH AKADEMIK PERATURAN DAERAH PENDIDIKAN KARAKTER

chatgpt image dec 29, 2025, 10 54 07 pm

BAB I

PENDAHULUAN

Perubahan global dewasa ini berlangsung dengan kecepatan, kompleksitas, dan dampak yang belum

pernah terjadi sebelumnya. Dunia kontemporer ditandai oleh kondisi yang oleh banyak pakar disebut

sebagai era (D)-VUCAD, yakni Digital Disruption, Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity, dan

Diversity. Istilah ini menggambarkan realitas kehidupan modern yang mengalami pergeseran dinamis, di

mana proyeksi masa depan menjadi semakin tidak pasti karena harus mempertimbangkan begitu banyak

faktor yang saling berkelindan—mulai dari perkembangan teknologi digital, perubahan geopolitik,

transformasi ekonomi global, hingga dinamika sosial dan budaya yang terus bergerak cepat. 1

Menghadapi realitas semacam ini, refleksi klasik Plato bahwa satu-satunya hal yang konstan dalam hidup

adalah perubahan menjadi semakin relevan.2 Benjamin Franklin bahkan menegaskan bahwa ketika

manusia berhenti berubah, pada saat itulah ia sesungguhnya telah tamat.3 Pemahaman ini menemukan

artikulasi filosofis yang lebih mendalam dalam filsafat Islam Mulla Ṣadrā, khususnya melalui teori gerak

substansial (al-ḥarakah al-jawhariyyah), yang menegaskan bahwa perubahan bukan sekadar fenomena

aksidental, melainkan hakikat dari eksistensi itu sendiri.4 Perubahan, menurut Ṣadrā, bersifat teleologis—

bergerak menuju kesempurnaan (al-kamāl)—sejalan dengan temuan ilmu pengetahuan modern tentang

dissipative structure sebagaimana dikemukakan oleh Ilya Prigogine.5

Namun, intensitas perubahan pada era digital dewasa ini jauh melampaui fase-fase sejarah sebelumnya.

Globalisasi dan teknologi digital memang membuat manusia terasa semakin dekat, tetapi secara paradoks

juga semakin tercerai-berai secara halus dan fragmentaris.6 Manusia cenderung merasa paling aman dalam

lingkaran kelompoknya sendiri, sehingga masyarakat yang semakin homogen secara kultural justru

melahirkan sikap curiga, eksklusivisme, bahkan permusuhan terhadap siapa pun yang dianggap berbeda.

Fragmentasi sosial ini diperparah oleh kecenderungan berpikir dangkal (superfisial), di mana tindakan

REFERENSI

Lihat, Woodward, I.C. (2 November 2017), Leadership is a Journey, Not A Destination. INSEAD Knowledge.

http://bit.ly/3EDQGef

Baca: Plato, Timaeus, dalam Plato, Plato: Complete Works, ed. John M. Cooper (Indianapolis: Hackett Publishing Company,

1997).

Baca: Benjamin Franklin, Poor Richard’s Almanack, dalam Leonard W. Labaree (ed.), The Papers of Benjamin Franklin, Vol. 1

(New Haven: Yale University Press, 1959).

Baca: Ṣadr al-Dīn al-Shīrāzī (Mulla Ṣadrā), Al-Asfār al-Arba‘ah al-‘Aqliyyah, Jilid III (Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī, 1981).

Baca: Ilya Prigogine, Order Out of Chaos: Man’s New Dialogue with Nature (New York: Bantam Books, 1984).

Harari mengingatkan kita bahwa: “teknologi tidaklah buruk. Jika anda tahu apa yang anda inginkan dalam hidup, teknologi

dapat membantu anda mengerti. Tetapi jika anda tidak tahu apa yang anda inginkan dalam hidup, maka akan menjadi terlalu

mudah bagi teknologi untuk membentuk tujuan anda dan mengendalikan hidup anda. Seiring semakin baiknya teknologi dalam

memahami manusia, anda mungkin semakin menemukan diri anda melayaninya, bukan teknologi melayani anda”. Cocilianus

Laos Mbato, Pendidikan Indonesia Masa Depan: Tantangan, Strategi, dan Peran Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta:

Shanata DharmaUniversity Press,2022, hlm. 6. Wakaf Tanah :Pendidikan & KesehatanSosial

Madinatul Fadhilah Parahiyangan