whatsapp image 2025 10 22 at 12.32.13

Selamat Hari Santri Nasional 2025

whatsapp image 2025 10 22 at 12.32.13

Santri Berdaya, Indonesia Jaya.

Garut, 22 Oktober 2025 — Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang peran besar para santri dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, serta pembangunan moral bangsa. Tahun 2025 ini, tema “Santri Berdaya, Indonesia Jaya” kembali mengingatkan kita bahwa santri bukan sekadar mereka yang mondok di pesantren, tetapi siapa pun yang meneladani nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, cinta ilmu, dan pengabdian kepada negeri.

Makna Hari Santri Nasional 2025

Peringatan Hari Santri bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga ajakan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan kepedulian sosial di tengah tantangan zaman modern.
Santri masa kini dituntut untuk adaptif terhadap perubahan teknologi, cerdas dalam bersikap, serta konsisten dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Di tengah kemajuan digital dan globalisasi, karakter santri tetap menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berpengetahuan, dan berdaya saing. Nilai-nilai pesantren seperti tawadhu, kerja keras, dan kejujuran menjadi teladan yang perlu dihidupkan di semua lini kehidupan.

Peran Yayasan Madinatul Fadhilah Parahiyangan

Sebagai lembaga pendidikan dan sosial keagamaan, Yayasan Madinatul Fadhilah Parahiyangan terus berkomitmen melahirkan generasi santri yang berilmu, berkarakter, dan berdedikasi untuk agama serta bangsa.
Melalui berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, dan sosial, yayasan ini turut berperan dalam membentuk kader muda yang mencintai ilmu dan siap berkontribusi di tengah masyarakat. Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi seluruh civitas Yayasan Madinatul Fadhilah Parahiyangan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat belajar dan mengabdi dengan penuh keikhlasan.

Santri Bukan Sekadar Gelar, Tapi Gaya Hidup

Menjadi santri bukan hanya tentang pakaian putih-hitam atau tinggal di pesantren, tetapi tentang cara berpikir, berperilaku, dan bersikap dalam keseharian.
Setiap individu yang meneladani keikhlasan, kesederhanaan, dan kecintaan terhadap ilmu sejatinya adalah santri dalam makna yang luas. Dalam konteks modern, santri harus mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam dunia digital, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan sosial. Dengan begitu, semangat santri tetap hidup dan relevan untuk kemajuan bangsa.

Penutup

Mari jadikan Hari Santri Nasional 2025 sebagai momentum untuk memperkuat peran kita sebagai bagian dari umat yang berdaya, mandiri, dan penuh kontribusi.
Semoga semangat santri terus menyala dalam setiap langkah kita menuju Indonesia yang lebih bermartabat, berilmu, dan berakhlakul karimah.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Dengan ilmu dan akhlak, mereka membangun negeri dengan cahaya.”

🌿 Selamat Hari Santri Nasional 2025!
Dari Yayasan Madinatul Fadhilah Parahiyangan, untuk seluruh santri Indonesia — tetaplah berjuang, belajar, dan berkhidmat untuk agama dan negeri.Wakaf Bangunan

Madinatul Fadhilah Parahiyangan