
Yayasan Madinatul Fadhilah Inisiasi Perda Pendidikan Karakter Garut
Yayasan Madinatul Fadhilah Parahyangan menginisiasi penyusunan gagasan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Karakter berbasis integrasi Pancasila, Islam, dan kearifan lokal Sunda melalui penyelenggaraan Seminar Naskah Akademik yang dilaksanakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di Gedung R.A. Lasminingrat, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kabupaten Garut sebagai mitra strategis dalam penguatan gerakan pendidikan pelajar.
Komitmen Yayasan Madinatul Fadhilah dalam Pendidikan Karakter
Seminar ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Madinatul Fadhilah dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara utuh. Gagasan Perda Pendidikan Karakter ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai Pancasila sebagai dasar bernegara, Islam sebagai fondasi moral dan spiritual, serta Sunda sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.
Melalui forum akademik ini, yayasan berupaya menghadirkan ruang dialog antara akademisi, tokoh budaya, organisasi kepemudaan, dan pelajar untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan karakter yang relevan dengan konteks sosial dan budaya daerah.
Kolaborasi Strategis dengan PII Garut
Dalam pelaksanaannya, Yayasan Madinatul Fadhilah menggandeng PD PII Kabupaten Garut sebagai mitra kolaborasi. PII Garut berperan aktif dalam mobilisasi pelajar, penguatan diskursus kepemudaan, serta penyemaian nilai kepemimpinan dan intelektualitas di kalangan generasi muda.
Ketua Umum PD PII Garut, Farell Syauqie Juliansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi pelajar dalam merespons tantangan degradasi karakter di era modern, sekaligus menyiapkan generasi pelajar yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Narasumber dan Substansi Naskah Akademik
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang keilmuan dan kebudayaan, di antaranya:
Lutfi Fahrul Rizal, S.Sy., M.H. – Sekretaris Program Studi Hukum Tata Negara UIN Bandung
dr. R. Wisnu Kusumawardana – Koordinator Wilayah SNKI Jawa Barat
Agung – Ketua Pengurus Wilayah PII Jawa Barat
Diskusi dimoderatori oleh Dandi Ryadi, S.H. dengan fokus pembahasan pada urgensi penyusunan naskah akademik sebagai landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis dalam pembentukan Perda Pendidikan Karakter.
Dalam pemaparannya, Lutfi Fahrul Rizal menjelaskan bahwa naskah akademik yang digagas oleh Yayasan Madinatul Fadhilah bersama PD PII Garut dirancang agar mampu menjawab kebutuhan daerah, sekaligus menjadi instrumen kebijakan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Sementara itu, dr. R. Wisnu Kusumawardana menekankan pentingnya memasukkan nilai-nilai budaya Sunda dalam pendidikan karakter sebagai upaya pelestarian identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Antusiasme Pelajar dan Dampak Jangka Panjang
Seminar ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu pendidikan karakter. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pembinaan kepemimpinan pelajar yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda berkarakter kuat, kritis, dan berakhlak.
Yayasan Madinatul Fadhilah berharap hasil seminar ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Garut dalam merumuskan kebijakan pendidikan karakter yang komprehensif, berakar pada nilai kebangsaan, keislaman, dan kearifan lokal.
Penutup
Melalui kolaborasi dengan PD PII Garut, Yayasan Madinatul Fadhilah menegaskan perannya sebagai inisiator dan penggerak pendidikan karakter integratif di Kabupaten Garut. Upaya ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya Perda Pendidikan Karakter yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi mampu membentuk generasi masa depan yang beridentitas, berintegritas, dan berdaya saing. DANA BERGULIR
